Menunggu adalah sebuah pekerjaan yang membosankan untuk sebagian besar orang dimuka bumi ini. Yuk taruhan, coba kamu tanyakan pada setiap orang yang ditemui. Mereka akan menjawab dengan cepat seprti tak ingin membuang waktu hanya untuk menjawab pertanyaanmu itu. Aku sering bertanya pada diri sendiri, kenapa bisa?
Kamu akan menemukan jawabannya ketika mengalaminya sendiri. Bagaimana rasa bosan menyerangmu disaat menunggu yang akan menyebabkan kepalamu pusing tiba-tiba. Kamu pun kemudian akan mengoceh tidak jelas karena kesal. Mungkin juga kamu akan mulai berpikir untuk menumpahkan kekesalanmu itu pada apa saja yang kamu anggap mampu mengurangi kebosananmu menunggu.
Itulah yang kulakukan saat ini. Aku menunggunya. Meski hanya untuk sesaat aku ingin menunggunya. Tentu saja aku menyadari menunggu itu membosankan, tapi demi diriku, aku rela menunggu dengan bahagia.
Dalam hati dan pikiranku bertanya-tanya apakah dia tahu. Reaksi apa yang akan dia perlihatkan kepadaku. Sungguh bimbang terombang-ambing dalam ketidakpastian. Sebaliknya terkadang aku senang dan rindu dalam penantian ~menunggu.
Sedikit tersiksa atas ketidaktahuanku tentang perasaan dia terhadapku. Akan tetapi aku sangat takut menghadapi kenyataan jika karena penantian ini dapat merenggangkan keakraban ini. Oleh sebab itu aku tak akan mengganggunya, aku menghargainya.
Suatu saat nanti ini menjadi kenangan paling indah untukku. Tidak tahu apa yang dia rasakan, tapi itu bukan masalah. Ku tetap menunggu ~pada waktunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar