Halaman

Kamis, 29 Oktober 2009

Salahkah diriku?

Aku selalu merasa takut untuk memulai. Begitu banyak yang aku pikirkan kemudian dipertimbangkan hingga akhirnya memutuskan. Apakah aku terlalu menginginkan kesempurnaan? Sedangkan aku tahu bahwa tak ada seorang pun yang sempurna.

Aku hanya ingin melihatmu dipertemuan pertama kita dalam keadaan yang baik dan rapi. Aku juga ingin pada momen tersebut menjadi hal terindah ketika mengingatmu. Semuanya serba pertama dari dirimu: senyum dan tutur kata yang kau miliki.

Salahkah aku jika itu yang ku mau? Mungkin aku terkesan egois. Aku paranoid dengan masa laluku. Apapun yang kau pikirkan tentang aku, itu adalah hakmu. Aku lelah untuk berbuat jika apa yang ku perbuat ternyata tidak memberikan dampak yang baik juga untukku.

Kapan aku bisa belajar dari masa lalu? Kapan aku mampu untuk mengubah rasa trauma itu menjadi keberanian? Tolong jawab dan ajari aku...

Senin, 26 Oktober 2009

Aku (bilang) Sayang Kamu

Ada cerita tentang aku dan dia. Awalnya biasa saja gak ada sesuatu yang istimewa untuk dituliskan. Akan (tetapi) tetap kutuliskan untuk dia.

"Hai, kenalan dong. Aku cowok. Kamu siapa?" Kata-kata yang paling sering digunakan ketika perkenalan pertama. Aku jawab, "Hai juga. Kenalan? Ayo. Aku cewek. Cowok anak mana nich?" Haha, dari sini perkenalan pun makin melebar. Lanjut...

Berteman dan berkomunikasi dengan baik akhirnya menimbulkan efek lain, yaitu 'rasa yang lebih'. Waktu itu dia bilang bercanda: "Will you being my wife?" Eng ing eng..., kaget dong dan sempat marah. Kemudian meluncurlah kata maaf darinya dan pemberian maafku. Wah, berlebihan banget ya? Hehehehe.

Namun ternyata itulah awal dari semuanya. Ketika dia sungguh-sungguh memintaku: "Will you being my girlfriend?" Akh, aku bilang: "It's too fast to ask." Bagi dia itu takkan jadi masalah seandainya aku mau memberinya kesempatan. Begitu kuatnya dia meyakinkanku hingga aku pun mengatakan: "Yes, I'll."

Akhirnya kini ku mulai menyadari bahwa ada cinta yang bersemi dalam hati. Semoga ini yang terakhir untukku. Doa yang pernah kupanjatkan suatu saat dulu mudahan terjawab dengan kehadirannya. I love you...

Sabtu, 24 Oktober 2009

Janji Suci

Ada yang bertanya, "Will you marry me?" Lantas lainnya menjawab, "Yes, I'll."
So sweet...

Jika seseorang telah dengan sungguh mencintai pasangannya dan disuatu waktu ada ajakan seperti tersebut diatas maka takkan dipungkiri hanya tinggal menentukan hari H serta segala persiapannya. Mengikat sebuah janji suci bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Mesti ada persiapan matang ketika ingin mimpi indah tentang sebuah pernikahan jadi sebuah kenyataan.

Pengorbanan adalah salah satu hal yang harus dilaksanakan untuk mewujudkan harapan-harapan. Siapapun pasti pernah melakukannya meski kelihatannya kecil namun efeknya cukup besar. Sebagai contoh ketika kita duluan menghubungi pasangan sekedar untuk menanyakan kabarnya. Begitu bahagianya dia jika itu kita lakukan dengan tulus.

Akhirnya, ketika seseorang memintamu terikat dalam sebuah janji suci dan kamu pun siap menjalankannya maka lakukanlah dengan hati dan niat yang tulus. Semoga saja kebahagiaan akan selalu ada untukmu.

Minggu, 18 Oktober 2009

Bahagiaku itu...?

Siapa yang tidak menginginkan kebahagiaan? Jawabannya, tidak ada yang tidak menginginkannya. Tapi semudah itukah kita bisa mendapatkannya? Mungkin mudah dan mungkin juga tidak mudah.

Aku, salah satu orang yang ingin bahagia. Namun kebahagiaan seperti apa yang ku inginkan saat ini, hanya aku yang dapat merasakannya. Begitu banyak hal yang berkecamuk dalam diri ini sehingga aku lelah, I'm not happy.

Mengadu kepada-Nya merupakan jalan satu-satunya untukku melepaskan segala beban hidupku. Hanya dengan tetesan airmata ketidakberdayaanku melaluinya aku sedikit merasa lega. Namun ini tidak berhenti begitu saja. Hidup ini terus bergulir dan menawarkan warna yang beragam bagi setiap orang termasuk aku.

Ku takkan menyerah mencari kebahagiaan itu. Meski letih kan ku jalani. Esok mungkin adalah hari bahagiaku, who knows? Hanya butuh semangat demi bahagia yang ku cari, apapun itu.

Senin, 12 Oktober 2009

Ini tentang 'Hati'

Perasaan ini belum sepenuhnya sembuh dari luka lama yang menganga. Namun demi terus tetap menjalani hidup ini, aku harus segera bangkit dari keterpurukan. Kadang aku bertanya terhadap diri-sendiri, kapankah aku bisa seperti itu? Hmmm, tetap saja disimpulkan semuanya ada proses masing-masing.

Beberapa hari terakhir hidupku sedikit berwarna. Ada sesuatu yang sedang terjadi. Kusadari ini terlalu cepat tuk disimpulkan begitu saja. Ini tentang hati. Senang itu pasti disaat kesendirian ini masih ada yang mau meluangkan sedikit waktuny untukku yang pada akhirnya bermuara pada satu tujuan yaitu cinta. Aku seharusnya berterimakasih.

Akan tetapi, mungkin sekarang aku masih nyaman menjadi single. Bukan karena hatiku beku yang tak bisa mencair kembali. Tetapi ini belum saatnya, terlalu awal tuk memulai sebuah hubungan baru. Alangkah bahagianya bisa saling mengenal terlebih dulu sehingga keyakinan untuk dapat bersama seseorang kembali adalah bukan sebuah kesalahan.

Aku tak akan menutup hati dan diri terhadap siapapun dia yang ingin mengenalku lebih dekat. Asalkan saja semua itu dilakukan dengan cara yang baik dan sopan. Selamat datang Cinta... ^^

Sabtu, 10 Oktober 2009

Aku-dia, beberapa waktu yang lalu...

Incoming call: 081x xxxx xxxx.

Angkat... Tidak... Angkat...

"Say?" suara itu menyapaku.

"Ya?" jawabku dg suara dingin.

"Apa kabar?"

Hah? Apa kabar, katanya? Kemarahanku langsung naik ke kepala. Apa dia sungguh ingin tahu kabarku atau sekedar meledek hidupku yg dia tahu tidak baik-baik saja?

"Hmmm, apa yg ingin dirimu dengar? Bahwa hidupku baik-baik saja? Bahwa baru saja ada pria impian mengetuk pintu rumahku?"

"Tolong, Say. Aku lagi nggak mau bertengkar."

"Oh, jadi dirimu pikir aku mau? Begitu?"

"Kamu berubah. Where's my old honey?"

"Oh, well, you just killed her a couple days ago."

"But I want her..."

"You got the wrong address."

"Say, aku kangen..."

(disadur dg perubahan dari novel SOULMATE.COM by JESSICA HUWAE hal.12-13)

Mengapa harus ada cinta?

Dunia benar-benar panggung sandiwara seperti lirik sebuah lagu yg cukup terkenal suatu masa dulu. Apapun itu penuh dengan kepalsuan bahkan juga cinta yang tak lain adalah sebuah anugerah dari-Nya. Hidup sudah sulit tetapi makin kita persulit. Inikah kenapa dunia diciptakan?
Mengapa harus ada cinta jika cinta itu sendiri bisa dipalsukan. Selingkuh atau apapun itu namanya adalah salah satu kepalsuan dari cinta. Seseorang yang menyatakan cinta pada si A dan dilain sisi begitu pula terhadap si B tanpa sepengetahuan si A. Cinta yang ku maksud adalah cinta antara sepasang anak manusia.
Kalau memang cinta itu ada untuk kedua atau kesekian dari mereka, bicaralah jujur sehingga akan ada pemahaman. Hasilnya adalah hal terakhir yang perlu dipikirkan, terserah mau bagaimana.
Takkan habis bicara tentang cinta karena keasasiannya...

Kamis, 08 Oktober 2009

Kampus

Menunggu ternyata menyakitkan... Apalagi klo yg ditunggu tak kunjung datang dalam waktu yg tlah ditentukan. Begini nasib mahasiswa dipermainkan para dosen. Hampir semuanya pernah mengalami hal yg sama seperti aku alami hari ini.
Sabar? Sudah banyak kali kulakukan hingga skripsiku terlantar sekian bulan. Aku capek jika diminta untuk bersabar lagi. Capek! Akh, kampus yg menghambat laju karir mahasiswanya.