Halaman

Jumat, 30 Agustus 2013

Surat Kepada Tuhanku Untuk Calon Suamiku

"Kepada Allah Tuhanku yang Esa, Doaku disetiap waktu yang aku panjatkan kepada-Mu belum mendapatkan jawaban. Bahkan sebuah petunjuk pun tidak dapat aku artikan. Ya Rabb, Kepada calon suamiku kelak, kirimkanlah dia seseorang yang mampu membahagiakanku meski dengan sebuah tindakan sederhana. Berikanlah aku seorang suami yang sabar dalam menghadapi sikap dan perilaku kasarku, kekeraskepalaanku, keegoisanku, ketidaksabaranku, ketidaksempurnaanku. Berikanlah aku seorang suami yang mengimamiku disetiap ibadahku kepada-Mu meski kami haruslah saling mengingatkan tentang-Mu. Berikanlah aku seorang suami yang dapat merebut hati kedua orang tuaku, adik-adikku dan seluruh keluarga besarku, memperlakukan mereka dengan baik layaknya kedua orang tua kandungnya dan keluarganya pula. Ya Tuhanku yang Maha pengasih, Kepada calon suamiku nanti, jadikanlah dia yang mampu membawa kedamaian dalam hidup kami, yang dapat aku jaga nama baiknya, yang dapat aku sayangi dirinya dengan segenap jiwa ragaku. Calon Suamiku, Disaat surat ini ku tulis dengan segenap hati, inilah yang terpikirkan olehku. Jika nanti disaat kau membacanya dan tidak berkenan atas doaku hari ini, maafkanlah aku wahai suamiku yang telah Allah ta’ala kirimkan untukku. Engkau disini hari ini, bersama kita melalui beberapa hari yang telah dilalui adalah seseorang yang aku mohonkan dari-Nya. Aku meminta engkau ada dengan beberapa tetes air mata. Aku meminta engkau ada untuk kebahagiaanku dan kebanggaan bagi kedua orang tua dan keluargaku. Aku meminta engkau dihadirkan dalam hidupku karena aku tahu kita saling membutuhkan untuk saling melengkapi, untuk menyempurnakan sunah Rasulullah SAW. Aku meminta engkau diberikan kepadaku tanpa aku memikirkan seseorang yang pernah atau belum pernah aku temui. Aku hanya memintamu secara acak dari-Nya karena aku tahu disetiap doa yang aku panjatkan berulang kali hanya untuk menunda pertemuan kita. Aku menyadari wahai suamiku tersayang bahwa ketika doa-doaku sebelum kita dipertemukan masihlah kurang dikarenakan aku terlalu memikirkan sesuatu yang tidak perlu, kekurangan dalam mengabdi pada Ilahi Rabbi, kekurangajaranku pada kedua orang tuaku. Aku bersyukur ya suamiku, hari ini engkaulah yang ada disini untuk membaca surat ini. Ini adalah kadoku untukmu, doaku untuk calon suamiku karena aku tahu engkau telah ditetapkan Dia hanya buatku seorang." Ya Allah Tuhanku yang Maha Pemurah, Wahai suamiku yang terkasih, Ampunkanlah aku ketika doa ini suatu saat disalahartikan karena aku hanyalah manusia yang selalu berkubang dalam dosa. Maafkanlah kesalahanku dalam meminta diatas ketidaktulusan yang terselip atas khilafku sebagai manusia yang alpa. Ikhlaskan doa ini demi kebaikan kita dikemudian hari, aku mohon… 10 Ramadhan 1434 H

Minggu, 07 April 2013

"Kosong"

Kosong..., hampa dalam jiwa yang kesepian. Disetiap renungan yang dalam terasa tak berarti.