Halaman

Rabu, 02 Maret 2011

Antara Aku dan Tuhanku

Kosong. Terasa ada ruang yang hampa didalam hatiku. Seperti gurun pasir yang hanya ada oase menghiasi padang tandusnya. Ibarat unta yang telah berhari-hari tidak diberi minum oleh pemiliknya.

Kekosongan dan kehampaan yang tiba-tiba kurasakan biasanya adalah pertanda bahwa ada yang salah pada diriku. Sesak yang menghimpit dadaku semakin membelenggu perasaanku dengan ketidaknyamanan. Apakah karena aku telah melupakan sesuatu yang sangat penting? Sehingga wajar saja seketika ini aku merasa sangat jauh dan ditinggalkan. Astaghfirullah....

Berkali-kali terucap istighfar dari mulutku disaat aku menyadari apa yang sesungguhnya aku alami. Aku terlalu lena dalam kebahagiaan duniawi sehingga alpa akan kebahagiaan yang hakiki. Bersenang-senang dengan keindahan dunia fana dan terlupa akan adanya keindahan lain yang telah dijanjikan oleh-Nya.

Ini antara aku dan Tuhanku. Begitu tersesatkah hatiku hingga kehampaan didalam hati yang telah diisi dengan zikir dan doa belum mampu melegakan perasaanku. Ingin sekali rasanya menangis namun tak sedikit pun air mata yang keluar membasahi kedua pipiku. Hatiku merintih, berteriak memanggil Tuhanku, "Ya Allah...., astaghfirullahal 'adzim."

Sungguh berat yang menghimpit rongga dadaku. . . .

"Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini atas kesalahan dan kekhilafan yang telah diperbuat. Ya Allah, terangilah pintu hatiku dengan Nur-mu karena sesungguhnya aku takut akan kegelapan."

Sebaris doa aku panjatkan kepada Tuhanku. Berharap agar terlepas dari kehampaan dan kekosongan yang senag merongrong batinku. Ketakutan menghampiri, jika Tuhan menjauhiku.

Pernahkah terpikir olehmu wahai temanku?
Jika Tuhan melupakan umat-Nya, apa yang akan terjadi?

Aku tak pernah sanggup memebayangkan kemungkinan yang terjadi. Sudah banyak contoh yang Dia berikan sebagai peringatan ketika kita sendiri yang melupakan-Nya. Bersegeralah untuk kembali mengingat-Nya. Hanya dengan mengingat Tuhan akan menjadi penawar dari segala kehampaan, kegundahan, dan kebekuan yang merupakan tanda-tanda dari hati yang sakit dan tertinggal oleh nikmat-Nya.

Memang benar bahwa manusia takkan pernah terlepas dari hubungan dengan Tuhannya. Manusia sangat membutuhkan Tuhan didalam hidupnya. Ketika bahagia yang dirasakan, jangan pernah lupa untuk bersyukur kepada-Nya. Begitu pula sebaliknya ketika sedang diuji oleh-Nya, maka bersabar dan berserahlah kepada-Nya.

Tak akan ada ketenangan hati ketika Tuhan sedang menegurku. Gelisah dan gundah, kosong dan hampa. Oleh sebab itu, aku tak pernah mau dijauhi oleh Tuhanku. Berzikir, berdoa dan melantunkan ayat suci-Nya selalu kulakukan agar memperoleh ketenangan dan kesejukan hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar