Halaman

Kamis, 04 Maret 2010

Ku Benci Dia

aku sangat membenci dia. sungguh tak ada lagi kenangan yang ingin kuingat tentang dia. dia hanya selalu menyakitiku bahkan setelah perpisahan itu. apa yang dipikirkannya sehingga tega berbuat seperti ini kepadaku.

baru saja beberapa hari yang lalu dia memaksaku untuk berbicara kasar. apa dia tak mengerti bahwa aku tak bisa lagi bicara padanya. jangankan untuk bicara, hanya mendengar namanya disebut orang saja aku sudah alergi. begitu dalamkah rasa benci yang tertanam dihatiku akibat ulahnya sendiri.

tak seorangpun yang tahu betapa sakitnya aku mengarungi percintaan itu bersamanya. takkan ada yang tahu. tak ingin seorangpun tahu. cukup hanya antara aku dan dia. aku ingin menutup lembar lama itu (sekali lagi)...

setiap tindakan yang mengakibatkan luka dihati orang lain akan mendapatkan balasannya. ini saatnya dia tak boleh lagi melukai perasaanku. aku muak dengan semua ucapannya. janji yang dia dustai sendiri.

ah sudahlah.... sebanyak apapun yang tertuang dalam tulisanku takkan mampu mewakili seluruh rasa sakit dan luka hati ini. biarlah kuikhlaskan saja. dia pun akan merasakan sendiri akibatnya meski tidak sekarang ini mungkin saja akan datang.

tak ingin memelihara rasa dendam dan benci lebih lama lagi. ku harus berusaha bangkit dari keterpurukan ini. setahun telah berlalu, masih belum cukupkah untukku tak lagi memikirkannya. 'just wanna say good bye for him....'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar