Heran? Aku juga heran. Kenapa kamu mesti heran? Tidak perlu heran. Ini sesuatu yang lumrah terjadi.
Sewajarnya jika kita menemukan sesuatu diluar dari kebiasaan akan merasa heran. Keheranan yang pasti semua orang pernah mengalaminya. Contohnya saja cerita tentang angsa si buruk rupa. Lho iya kan? Kok bisa induk angsa yang putih memiliki seekor anak yang berwarna hitam? Setelah tahu cerita lengkapnya ternyata angsa hitam itu adalah telur titipan. Dengan kata lain, ada suatu sebab atau alasan yang membuat kita terheran-heran.
Menurutku, heran bukan suatu kelainan fatal melainkan sugesti dari perasaan yang tidak seperti biasanya. Alamiah sekali kejadiannya dan seringkali tanpa kita sadari. Jadi, jangan terheran-heran kalau tidak ada yang mengherankan daripada orang lain akan keheranan dengan tingkahmu.
*terinspirasi dari kalimat 'mari kita heran' disalah satu program acara tv swasta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar